Piala dunia 2010, Kapten tim Togo Emmanuel Adebayor mengatakan kepada sebuah radio Perancis bahwa mereka akan mundur dari Piala Afrika sesuai dengan saran dari pemerintah.
Meski pada awalnya tim ingin mundur dari turnamen Piala Afrika ini setelah terjadi serangan yang menewaskan tiga orang hari Jumat, lalu mereka mengatakan akan tetap berada di Angola.
Tetapi Perdana Menteri Togo Gilbert Houngbo bersikeras agar timnas mereka meninggalkan Angola dengan alasan keamanan.
Pihak penyelenggara mengatakan bahwa pertandingan akan dilangsungkan sesuai jadwal.
Adebayor yang bermain untuk klub Inggris Manchester City sebelumnya mengatakan bahwa mereka tidak ingin merusak turnamen Piala Afrika yang secara resmi dimulai semalam, dengan pertandingan tuan rumah Angola melawan Mali.
Namun setelah berkonsultasi dengan para pejabat pemerintah, Adebayor mengatakan akan menuruti saran mereka.
"Hari Jumat lalu, jam 14.30 beberapa orang tewas dalam bis kami. Kami sudah mengirim pesan terakhir kepada keluarga, seakan kami akan mati. Sekarang saya mengatakan kepada diri saya sendiri: "karena toh kami sudah berada di Angola, mengapa tidak bermain saja."
"Pihak berwenang memutuskan kami harus pulang, jadi kami akan pulang." tambahnya.
Adebayor juga mengatakan bahwa dia berbicara dengan para pemain Pantai Gading, dan Ghana, dua tim lainnya yang di grup mereka.
"Mereka menyatakan dukungan dengan mengatakan merekla siap untuk meninggalkan kompetisi bila kami melakukannya," tambah Adebayor.
"Tetapi akhirnya kami sadar bahwa mereka siap terus bertanding. Ini terjadi di benua dimana beberapa bulan lagi akan berlangsung Piala Dunia."
"Bila kita berbicara mengenai para korban, kompetisi ini seharusnya dibatalkan. Tetapi Konfederasi Sepakbola Afrika memutuskan sebaliknya."
Rekan satu tim Adebayor, Thomas Dossevi mengatakan bahwa motivasi para pemain untuk tetap bermain adalah guna menghormati mereka yang menjadi korban dalam serangan, dan sebuah harian Perancis, L'Equipe mengutip seorang pemain lainnya Alaixys Romao yang mengatakan tim tidak akan meninggalkan Angola "seperti seorang pengecut."
Tetapi tampaknya nasehat Perdana Menteri Houngbo, membuat tim Togo berubah pikiran.
Meski pada awalnya tim ingin mundur dari turnamen Piala Afrika ini setelah terjadi serangan yang menewaskan tiga orang hari Jumat, lalu mereka mengatakan akan tetap berada di Angola.
Tetapi Perdana Menteri Togo Gilbert Houngbo bersikeras agar timnas mereka meninggalkan Angola dengan alasan keamanan.
Pihak penyelenggara mengatakan bahwa pertandingan akan dilangsungkan sesuai jadwal.
Adebayor yang bermain untuk klub Inggris Manchester City sebelumnya mengatakan bahwa mereka tidak ingin merusak turnamen Piala Afrika yang secara resmi dimulai semalam, dengan pertandingan tuan rumah Angola melawan Mali.
Namun setelah berkonsultasi dengan para pejabat pemerintah, Adebayor mengatakan akan menuruti saran mereka.
"Hari Jumat lalu, jam 14.30 beberapa orang tewas dalam bis kami. Kami sudah mengirim pesan terakhir kepada keluarga, seakan kami akan mati. Sekarang saya mengatakan kepada diri saya sendiri: "karena toh kami sudah berada di Angola, mengapa tidak bermain saja."
"Pihak berwenang memutuskan kami harus pulang, jadi kami akan pulang." tambahnya.
Adebayor juga mengatakan bahwa dia berbicara dengan para pemain Pantai Gading, dan Ghana, dua tim lainnya yang di grup mereka.
"Mereka menyatakan dukungan dengan mengatakan merekla siap untuk meninggalkan kompetisi bila kami melakukannya," tambah Adebayor.
"Tetapi akhirnya kami sadar bahwa mereka siap terus bertanding. Ini terjadi di benua dimana beberapa bulan lagi akan berlangsung Piala Dunia."
"Bila kita berbicara mengenai para korban, kompetisi ini seharusnya dibatalkan. Tetapi Konfederasi Sepakbola Afrika memutuskan sebaliknya."
Rekan satu tim Adebayor, Thomas Dossevi mengatakan bahwa motivasi para pemain untuk tetap bermain adalah guna menghormati mereka yang menjadi korban dalam serangan, dan sebuah harian Perancis, L'Equipe mengutip seorang pemain lainnya Alaixys Romao yang mengatakan tim tidak akan meninggalkan Angola "seperti seorang pengecut."
Tetapi tampaknya nasehat Perdana Menteri Houngbo, membuat tim Togo berubah pikiran.
No comments:
Post a Comment